Feb 15, 2016

Raisa, Isyana, Agnes ? Kenapa bukan yang ini saja ?

Belakangan ini topik pembicaraan mengenai siapa penyanyi wanita terbaik/terkeren/tercantik atau apalah itu sering terdengar, setidaknya hal tersebut sering dibicarakan teman - teman saya. Apalagi ketika Isyana Sarasvati muncul yang kadang disebut "The Next Raisa". Tapi fanbase artis - artis lain tetap pada fanatik kepada idola - idola lamanya meskipun banyak yang baru bermunculan.

Ada yang bilang Agnes Monica lah dengan super fanatik diehard fans nya. Atau Raisa karena suaranya yang katanya lebih gimana gitu. Atau ada Andien bagi para pecinta musik Jazz. Maudy Ayunda juga banyak yang ngefans karena multitalenta. Tapi belakangan ini nama Isyana Sarasvati lah yang mungkin paling santer terdengar. Tentunya para fans tetap ngotot bahwa idola merekalah yang pantas meraih predikat "Diva" Indonesia saat ini.

Tunggu dulu, postingan saya kali ini bukan untuk ngebahas penyanyi wanita yang saya sebutkan diatas tadi. Indonesia masih punya banyak penyanyi wanita lain yang mempunya kualitas suara ataupun wajah yang tidak kalah dengan artis - artis yang saya sebutkan diatas. Nggak percaya ? Coba deh simak beberapa artis dibawah ini.

Monita Tahalea


Monita Tahalea, mungkin nama yang asing terdengar. Tapi kalau Monita Idol ? Ya Monita Tahalea dan Monita Idol ini orang yang sama. Monita mungkin lebih terkenal saat ikut ajang Indonesian Idol beberapa tahun yang lalu. Kini Monita sudah mengeluarkan 2 album, yang pertama album "Dream, Hope & Faith" pada tahun 2010 yang bekerja sama dengan musisi besar tanah air seperti Indra Lesmana & Oele Patisellano. Kemudian ditahun 2015 dengan format "Monita Tahalea & The Nightingales" mengeluarkan album kedua yang berjudul "Dandelion".

My Favourite Songs : Ingatlah, Senja, Over The Rainbow, Memulai Kembali, 168

Leilani Hermiasih "Frau"



Frau adalah Leilani & "Oskar" begitu dia menamakan piano kesayangannya. Memainkan musik minimalist yaitu suara merdu dipadukan dengan piano elektriknya, Frau terdengar seperti Regina Spektor yang membawakan lagu - lagu Gospel Gereja. Namanya sangat tersohor di scene indie Jogjakarta bahkan Indonesia. Walaupun Frau menggratiskan ke dua albumnya (klik disini), rilisan fisiknya tetap laku keras. Bahkan cd album pertamanya yang harganya nggak sampai 50 ribuan kini dijual dan laku dengan harga lebih dari 300 ribuan, dan itupun bekas.

My Favourite Songs : Mesin Penenun Hujan, Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa, I'm A Sir

Rara Sekar "Banda Neira"



Mungkin sedikit orang yang tahu kalau Isyana Sarasvati mempunyai kakak sesama musisi juga yaitu Rara Sekar. Bahkan sudah duluan mengeluarkan album bersama band nya yaitu Banda Neira. Didasari dengan dasar musik yang sama yaitu klasik keduanya memilih jalan yang berbeda, Isyana dengan musik Pop-nya dan Rara Sekar dengan musik Folknya. Di Banda Neira dia duet Ananda Badudu (gitaris) membawakan musik Pop-Folk. Dan suaranya juga gak kalah bening dengan Isyana.

Oiya ini ada video Banda Neira saat menghibur anak - anak yang sakit di Ruangan Pudak RSUP Sanglah


My Favourite Songs : Hujan Di Mimpi, Berjalan Lebih Jauh, Senja Di Jakarta
Bonus Foto :


Danilla



Seorang Diva mungkin identik dengan teknik suara tinggi, meliuk - liuk dan bisa mencapai nada suara yang tinggi atau rendah. Tapi hal itu berbeda dengan Danilla Riyadi, dia bisa memukau dengan nada - nada sederhana namun mengena dihati. Saya baru "ngeh" dengan artis ini ketika albumnya "Telisik" masuk menjadi salah satu album terbaik tahun 2014 versi majalah Rollingstone Indonesia. Coba dengar lagunya yang "Ada Disana", mungkin dengan mendengar satu lagu itu kalian bisa mengerti apa yang saya maksud.

My Favourite Songs : Ada Disana, Buaian

Lala Karmela



Lala Karmela penyanyi blesteran Indonesia - Filipina mungkin juga harus masuk di list ini. Bermodalkan album Between Us yang di produseri tangan dingin Joseph Saryuf sukses mengeluarkan single - single seperti "Morning Star" ataupun "Berkilau". Meskipun juga malang melintang di dunia sinetron, aksi panggung Lala Karmela saat saya saksikan live di Soundrenaline 2015 lalu sangat keren, jauh musisi - musisi aji mumpung lainnya.

My Favourite Songs : Morning Star, Berkilau

Charita Utamy



The Last but not least, kalau yang ini favourite saya secara pribadi. Orang - orang mungkin pertama kali mengenalnya sebagai backing vocal band indie The Trees & The Wild. Belakangan malah bersinar bersama Grup EDM Midnight Quickie. Dan beberapa waktu yang lalu sempat merilis single "Bermain Dengan Imajinasi". Suaranya yang kata teman saya seperti suara hutan/alam berhasil membuat saya merinding ketika mendengarkan Tamy (begitu nama panggilannya) bernyanyi. Saat bermain folk bersama TTATW suaranya keren, waktu main musik EDM bareng Midnight Quickie juga keren, mantap lah pokoknya. Ditambah gigi gingsulnya yang keliatan waktu senyum, waduh nyerah abang ngeliatnya diikkkk.

My Favourite Songs : Our Roots, Bebas Lepas, Bermain Dengan Imajinasi


Well, menurut opini saya artis - artis diatas juga pantas di pertimbangkan untuk dijadikan Diva, atau setidaknya musisi diatas seharusnya pantas mendapatkan sorotan yang lebih dibandingkan sekarang. Coba deh dengar, siapa tahu kalian juga mengucapkan kata yang sama ketika pertama kali saya mendengarkan musisi diatas. "Wah ternyata ada penyanyi kayak gini juga ya di Indonesia".


P.S. Kalian bisa klik di lagu - lagu yang di My Favourite Songs untuk dengerin lagunya via Youtube ataupun Soundcloud

Feb 3, 2016

5 CD Terbaik (Yang Saya Beli) di Tahun 2015

Mengapa judul postingan saya kali ini seperti diatas, karena mungkin masih banyak CD lain yang tidak saya beli tapi lebih bagus dari CD yang ada dilist dibawah ini.

Silampukau - Dosa, Kota & Kenangan 



Pertama kali mendengar nama band ini dari teman saya, yang katanya band baru menjanjikan dari surabaya. Pertama kali mendengarnya masih agak pesimis, dan berpikir mungkin hanya salah satu dari sekian banyak band folk latah ditanah air. Tapi ketika disimak liriknya baru terasa ada sesuatu yang berbeda dalam band ini. Perpaduan 2 vocal dari Kharis Junandharu & Eki Tresnowening terasa sangat pas, dan lirik dengan kata - kata "unik". Kalau Jakarta punya Float, Bali punya Dialog Dini Hari kini Surabaya punya Silampukau.


Sore - Los Skut Leboys




Sore tanpa Ramondo ? Mungkin itu pertanyaan yang muncul ketika mendengar album ini. Sangat terasa dibandingkan dengan album 1 dan 2. Toh, tanpa Ramondo album ini masih memuaskan penggemar sore dengan aransemen yang sedikit berbeda dibandingkan dulu ketika masih ada Mondo.


Efek Rumah Kaca - Sinestesia



Album indah yang menjadi penutup akhir tahun ini. Dengan konsep yang matang, penambahan additional player pada rekaman ini, konser yang megah dan adanya track "Putih" pada album ini, mustahil saya tidak memasukkan album Sinestesia di List ini.



Rollfast - Lanes Oil, Dream Is Pry



Akhirnya ada angin segar di scene indie Bali. Setelah serbuan punk, kemudian hardcore, metalcore, easycore (atau apalah itu), folk akhirnya ada yang mendobrak dan membawakan psychedelic rock. Rollfast cerdik hadir ketika scene indie Bali mulai bosan dengan genre/band yang itu -  itu aja. Dan konsep album debutnya pun tak main - main. Baik dari segi sound ataupun artwork band ini saya acungi jempol. Tapi lagu ke lagu dari band ini terasa mirip. Mungkin karena aliran psychedelic rock yang sering mengulang - ngulang riff (maybe).


Bara Suara - Taifun



Sang frontman Iga Massardi yang membuat saya "melirik" band ini. Memang setelah keluar dari The Trees And The Wild mas Iga sempat memperkuat band lain. Namun Barasuara terasa berbeda, sepertinya isi kepala mas Iga tertuang dalam band ini. Coba dengarkan Bahas Bahasa atau Sendu Melagu, riff & melodinya itu terus terngiang ditelinga.