Nov 7, 2011

Udayana Jazz Festival

2nd Udayana Jazz Festival

Udayana Jazz Festival, mendengar judul acaranya pasti sudah tergambar seperti apa acara yang akan berlangsung. Didalam pemikiran saya acara tersebut akan dihiasi sederet musisi - musisi jazz (tentunya), sound yg mumpuni, tempat yang eksklusif dan penonton yang kondusif juga. Namun saya sedikit bingung ketika melihat nama Ten 2 Five menjadi headliner acara ini. Kata teman saya mungkin Ten 2 Five terlalu Pop untuk dibilang band Jazz (Saya masih sangat asing dengan musik ini). Namun masih ada band lain seperti Nosstress, Dialog Dini Hari, dan Emoni bali.
Acara ini berlangsung pada tanggal 5 November 2011 bertempat di Gor Lila Buana Denpasar.


Oke memang sebelumnya saya belum pernah menonton di tempat ini. Dan anehnya ditempat yang sama kira - kira hanya berjarak 100 meter (Gor Ngurah Rai), juga diselenggarakan acara musik, mungkin panitia salah memilih tanggal ya ? Dan tempat juga mungkin ?


Emoni Bali
Hmm, oke kita lanjutkan, Acara sebenarnya sudah dimulai dari sore, tapi saya sampai tepat ketika Band Emoni Bali tampil. Oke kali kedua saya menonton Band ini. Membawakan Musik akustik yg dipadukan dengan alat musik etnik Bali seperti Suling dan Rindik, sukses membuat penonton mulai merapat ke depan panggung. Namun sound mereka terdengar aneh, saya berharap band selanjutnya tidak mengalami hal serupa.


Nosstress
Band selanjutnya adalah Nosstress, Trio yang sedang naik daun dan baru saja mengeluarkan album terbarunya. Saya mencoba menonton lebih dekat ke panggung, Mereka bermain dengan cukup atraktif dan berhasil memancing tawa dan tepuk tangan penonton. Bahkan koor masal di beberapa lagu. Mereka pun menutup Set-nya dengan membawakan "Tanam Saja", singlenya yg bisa didownload gratis. Namun tetap saja sound tidak maksimal. Nampaknya kondisi bangunan dari Gor Lila Buana ini menyebabkan Gema, yg membuat sound tidak terdengar secara maksimal.


Nosstress with DDH
Selanjutnya ada Dialog Dini Hari, gema mulai tidak terasa, apakan ini perasaan saya saja atau memang begitu adanya ? Yang jelas mereka berhasil membuat koor masal hampir disemua lagu, puncaknya adalah ketika lagu Pagi dinyanyikan, Gor Lila Buana pun bergemuruh. Ada kejutan kecil di akhir setlist-nya. Mereka mengundang Nosstress untuk berkolaborasi bareng di lagu "Oksigen". Diselingi duel antara solo gitar Dadang DDH dan acapela dari Angga Nosstress yang di menangkan oleh Dadang DDH, sukses membuat penonton tertawa dan kagum.

Balawan
Balawan adalah yang selanjutnya yang akan tampil. Membawa beberapa gamelan Bali yang merupakan ciri khasnya. Malam itu Balawan masih menggunakan Gitar Double Neck-nya beberapa gitar lainnya. Balawan sukses membuat penonton tertegun kagum melihat jemarinya yang lincah melakukan tapping pada fretboard seakan - akan memainkan Piano. Walaupun ia sempat mengeluhkan sound yg sangat bergema.

Malam Itu saya hanya menyaksikan beberapa performance dari Balawan dan melewatkan Ten 2 Five. Karena harus mengantar pacar saya pulang hehe, biar gak kemalaman. Minus dua penampilan terakhir (Balawan & Ten 2 Five), acara berlangsung cukup menarik, dan tampaknya panitia Udayana Jazz Festival harus memilih tempat yang lebih baik untuk acara ini di tahun depan. Salut :)

*foto oleh Wanda S. selengkapnya silakan klik disini

0 comments:

Post a Comment