Jul 17, 2011

Stand Up Comedy Indonesia


Belakangan saya sering melihat kata - kata stand up comedy di timeline twitter saya. Kata - kata tersebut mayoritas berasall dari 2 akun @pandji dan @radityadika. Pertama kali terlintas setelah mendengar kata - kata tersebut adalah adegan seseorang yang sedang asyik bermonolog cerita - cerita lucu dan mereka hanya sendiri. Tidak seperti kebanyakan komedi di Indonesia yang berdialog.
 
Balik lagi ke dua akun yang tadi, jadi Pandji dan Raditya Dika yang biasa kita lihat di tv lewat Provocative proactive ini ternyata merupakan pelaku dari Stand Up Comedy ini, yang bergabung di Stand Up Comedy Indonesia. Setelah saya browsing dan melihat aksi - aksi mereka. Bisa dibilang lumayan, sangat bagus malahan (menurut saya). Salah satu pelawak yang dari dulu sering melakukan Stand Up Comedy ini antara lain, Butet Kertarajasa, Alm. Taufik Safalas.

Mungkin ini adalah salah satu hiburan alternatif bagi kita yang sudah bosan akan acara komedi di tv yang kebanyakan me-lawak-kan sesuatu yang berbau fisik. Dan Stand Up Comedy ini melepas anggapan bahwa kalau mau ngelawak harus lebih dari satu orang. Selain itu dari segi materi jokes Stand Up Comedy lebih ber"isi", jokes - jokes yang dikeluarkan biasanya mengandung kritik terhadap isu - isu politik budaya dan lain. lain.

Berikut salah satu aksi dari Stand Up Comedy Indonesia









Walaupun aksi - aksi diatas memang belum profesional, tapi dengan memperluas materi lawakan saya yakin Stand Up Comedy bisa diterima dan berkembang di Indonesia

Jul 13, 2011

Ganja Kawan atau Lawan ?

GANJA, KAWAN ATAU LAWAN ?

 
Hai, pembaca yang budiman, apakah Anda saat ini sedang memiliki dilema tentang ganja ? Mungkin Anda atau teman Anda saat ini sedang terjerumus dalam kenikmatan ganja ? Atau mungkin baru akan terjerumus alias Anda sedang berdiri di pinggir jurang nan terjal ? Kalau jawabannya adalah IYA, maka Anda sedang membuka blog yang tepat. Namun, jika jawabannya TIDAK, maka pasti Anda sedang tidak ada kerjaan membuka blog ini. Tapi itu lebih baik, daripada Anda membuka website lain yang sudah diblokir. Hehe..
Jika Anda membaca di situs-situs internet, tanaman ganja atau sejenisnya (misalnya : ganja) sekarang sedang ramai dipergunjingkan. Masalah utama yang dibahas adalah apakah ganja memiliki kegunaan positif atau tidak? Berbahaya atau tidak ? Dan kalau pun memiliki kegunaan positif, apakah ganja bisa dilegalkan di Indonesia, negara kita tercinta ini.
Banyak pro dan kontra dalam membicarakan masalah ganja ini. Ada yang pro bahwa ganja banyak memiliki kegunaan positif dan di lain pihak, banyak kalangan yang kontra dengan ganja dan memiliki paradigma bahwa ganja berefek sangat negatif. Di Indonesia, ganja digolongkan dalam golongan 1 alias zat yang paling berbahaya seperti yang tertulis dalam UU no 22 tahun 97 (jangan sekali-sekali Anda membuka buku UU ini, kalau memang Anda tidak memilikinya).
Nah, dari artikel-artikel yang didapat dari internet, kami mencoba menyusunnya menjadi suatu bahan pertimbangan bagi Anda yang sedang memikirkan do’i (ganja) atau hanya sekedar penambah wawasan bagi para pembaca yang budiman, terlepas dari segala paradigma Anda tentang ganja.
Sebelum Anda membaca artikel, mungkin Anda bingung menentukan sikap. Namun, kami yakin bahwa dengan Anda membaca ini, maka Anda akan semakin bingung (walaupun kami tidak mengharapkan itu).
Jadi, supaya Anda memahami artikel ini dengan baik, maka bacalah artikel ini dengan pikiran yang sehat, hati yang bersih, dan jiwa yang teguh. Namun, hal ini tidak berlaku bila TANGAN KANAN ANDA SEDANG MENJEPIT SELINTING GANJA.
Di bawah ini, kami uraikan manfaat positif dan negatif ganja. Silakan menikmatinya.
A. MANFAAT POSITIF GANJA
Ganja, ternyata memiliki banyak manfaat yang dapat diambil. Selama ini, ganja hanya dikenal karena penyalahgunaannya (abuse) yaitu dengan menghisap daun ganja kering saja. Padahal, ganja memiliki banyak kegunaan mulai dari akar, pohon, dahan, ranting hingga daun yang dapat diolah menjadi tas, souvenir, obat dan aneka fungsi lain.
Menurut informasi dari dunia maya, ganja memiliki potensi medis dalam pengobatan. Selain untuk meringankan rasa sakit, obat-obatan dari ganja juga digunakan untuk menambah nafsu makan bagi penderita anorexia, dan untuk melawan efek samping kemoterapi pada penderita kanker.
Setelah mengadakan seminar pada 2 Juni 2007 lalu, Indonesia National Institute on Drug Abuse (INIDA) menemukan efek positif dari penggunaan ganja berdasarkan beberapa riset di berbagai negara yang telah melegalkan penggunaan ganja.
Di dalam tanaman ganja, terdapat suatu zat yang disebut Tetrahydrocannabinol (THC). Sosiolog Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta, Irwanto menyatakan THC merupakan salah satu zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada  penderita glukoma. THC memiliki efek analgesik, yang dalam dosis rendahnya saja bisa bikin “tinggi”. Bila kadar THC diperkaya, bisa menjadi lebih potensial untuk tujuan pengobatan. Selain itu di dalam masyarakat tradisonal, opium, cocaina, dan ganja, dipakai sebagai obat herbal. Di masyarakat Aceh, ganja digunakan sebagai penyedap masakan. Tanaman ganja yang selama ini lekat dengan nilai negatif justru mempunyai lebih banyak nilai positif sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Senyawa bernama delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) ini melawan penyakit pembuluh darah atherosclerosis pada tikus. Atherosclerosis muncul bila adanya masalah pada pembuluh darah – misalnya akibat nikotin pada rokok – menyebabkan munculnya reaksi kekebalan dari tubuh yang memicu penimbunan lemak di pembuluh arteri.
Kepala Bidang Riset Indonesian National Institute on Drug Abuse (Inida), Tomi Hardjatno di Jakarta, Kamis mengatakan, ganja selama ini lekat dengan nilai negatif karena tidak ada upaya untuk mengembangkan ke arah positif.
Selama ini, sesuai dengan kriminalisasi penggunanya, ganja berkonotasi buruk. Menurut Tomi, ganja harus dilihat secara proporsional, jangan langsung dibasmi. Harus kita lihat apakah ganja seburuk yang digambarkan. Secara umum ganja tidak menimbulkan ketagihan (withdrawal) seperti halnya morfin. Bila seorang pecandu morfin memutuskan untuk berhenti, dia akan merasakan rasa sakit di tubuh, lazim disebut sakaw. Dari studi literatur, jelas Tomi, ganja hampir sama dengan rokok. Ganja tidak pernah menimbulkan overdosis dan tidak menimbulkan sifat agresif. “Tetapi semua itu harus dibuktikan lewat penelitian” pungkasnya.
NAH, para pembaca yang budiman, sekarang Anda sudah tahu manfaat positif ganja. NAMUN, MENGAPA GANJA DILARANG DI INDONESIA ??? Untuk mengetahuinya, silakan Anda membaca terus halaman ini sampai habis. Ingat !!! Harus sampai habis. Karena kalau tidak, kami tidak bertanggung jawab atas efek-efek yang tidak diharapkan.
B. MANFAAT NEGATIF GANJA
Dalam penelitian meta analisis yang dilakukan para ahli dari Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggris, terungkap adanya kaitan antara pencandu ganja dengan meningkatkan risiko schizophrenia, yakni adanya peningkatan gejala seperti paranoid, mendengar suara-suara dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Selain faktor kecanduan ganja, para ahli juga mempertimbangkan faktor adanya kelainan jiwa, seperti depresi.
THC diduga memiliki sifat menurunkan reaksi kekebalan, menurut Fran├žois Mach dari University Hospital Jenewa, Swiss. Senyawa itu mengikat protein yang disebut CB2 yang ada di permukaan sel-sel kekebalan tubuh.Dikatakan para peneliti, keuntungan penggunaan THC bagi penderita atherosclerosis hanya didapatkan dalam dosis tertentu saja. Pada dosis yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, THC tidak memiliki efek pengobatan bagi penyumbatan pembuluh darah. Ini serupa dengan manfaat minuman anggur untuk mencegah serangan jantung, dimana segelas Bordeaux bisa mengurangi resiko, namun meminumnya dalam jumlah terlalu banyak justru akan meningkatkan resiko.
THC juga mengikat reseptor anandamide dan menekan kegiatan pada hipokampus, daerah otak yang terutama dipakai untuk belajar, ingatan dan emosi. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku yang dipelajari dirusak oleh penggunaan ganja. Ini mengambil wujud kesulitan dalam perhatian, daya ingat dan belajar–semua dirusak pada para mahasiswa yang memakai banyak ganja, bahkan setelah mereka berhenti memakainya selama 24 jam.
Efek ganja yang terberat adalah di otak. Kerusakan otak yang terjadi merupakan kerusakan yang irreversible atau tak dapat diubah. Efek ganja di otak tergantung dari lama, jumlah dan cara pemakaian. Efek yang terjadi ialah euforia, rasa santai, mengantuk dan berkurangnya interaksi sosial. Pada kasus-kasus keracunan (pemakaian dalam jumlah sangat banyak) dapat muncul perasaan curiga yang berlebihan (paranoid), halusinasi visual. Sepanjang pengetahuan kami, sampai saat ini belum ada teknik transplantasi untuk menggantikan bagian-bagian otak yang telah rusak.
Menurut Tomi, karena sifatnya sebagai halusinogen dan dapat menimbulkan euforia, efek negatif ganja adalah membuat orang menjadi malas. Efek paling buruk dari ganja karena menjadikan reaksi pemakai lebih lambat, dan peganja cenderung kurang waspada.
Pemakai ganja mudah kehilangan konsentrasi,denyut nadi cenderung meningkat, keseimbangan dan koordinasi tubuh menjadi buruk, ketakutan, mudah panik, depresi, kebingungan dan berhalusinasi. Dampak fisik lain, dalam paru, ganja membuat banyak dampak pada kesehatan seperti asap tembakau-batuk harian, dahak, bronkitis dan kerentanan yang lebih tinggi terhadap selesma dahak. Pemakaian ganja jangka panjang merusak paru.
Karena penghisap ganja menghirup dan menahan asap dalam-dalam di paru-paru, tampaknya mereka terpejan pada tingkat karbon monoksida tiga sampai lima kali lebih tinggi daripada penghisap tembakau. Ganja meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Seperti hampir semua narkoba, ganja tidak baik pada kehamilan. Penggunaan ganja oleh wanita hamil meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan lebih rentan terhadap beberapa masalah kesehatan.
Ibu menyusui yang menghisap ganja menyebarkan THC pada bayinya melalui ASI, dengan risiko pada pengembangan gerak si bayi. Anak-anak yang menghisap ganja secara pasif menunjukkan lebih banyak tabiat yang buruk, pengisapan ibu jari, dan kemarahan dibanding anak yang tidak terpajan.
NAH, APA YANG ANDA RASAKAN, PIKIRKAN, DAN ANDA LAKUKAN SETELAH MEMBACA ARTIKEL INI ??? Apakah Anda masih menjepit selinting ganja ? Atau, sekarang Anda langsung berlari menjauh dari………rumah menuju rumah bandar ganja ? Atau, Anda langsung berhenti seketika dan tidak lagi mengkonsumsinya ?
You have your own life. Hidup Anda adalah hidup Anda. Maka, Andalah yang menentukan sikap terhadap hidup Anda. Anda mau memakai ganja atau tidak, itu terserah Anda. Artikel ini hanya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda maupun hanya sebagai pengisi waktu luang Anda (sekali lagi, daripada membuka situs yang sudah diblokir).
Ganja bisa menjadi kawan dan lawan. Tinggal bagaimana tingkat kedewasaan dan tanggung jawab kita dalam menyikapinya.
Semoga, artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda. Jika ada kekurangan mohon dimaafkan. Namun, jika ada kelebihannya, mohon dikembalikan.
JR. Filian Perdana 058114055
Debrina P.W. 058114119
V. Hendra S.N. 058114123
I Putu Agus W. 058114138

Sumber : http://yosefw.wordpress.com/2008/05/10/ganja-kawan-atau-lawan/