Nov 7, 2010

White Shoes & The Couples Company - Vakansi Album


Akhirnya White Shoes & The Couples Company mengeluarkan album barunya lagi pada tanggal 6 oktober 2010, yang kini dibawah naungan Purapura Records and Demajors. Berikut adalah cerita - cerita dibalik lagu - lagu yang ada di dalam album ini :

TRACK NOTES:
Track Notes ‘Album Vakansi’ ditulis oleh White Shoes & The Couples Company 


Track 1: Berjalan-Jalan
”Menjadi musisi adalah salah satu pekerjaan yang paling menyenangkan. Kita bisa ke luar kota atau negara lain dan mendapat kenangan yang luar biasa manisnya, Namun walau hingga ke benua lain, manisnya kenangan itu tak sebanding dengan kehangatan dan kebahagiaan di kampung halaman sendiri. Lagu ini sengaja dibuat accapella karena seperti mengingatkan kembali ketika masa kita masih kanak-kanak, tanpa iringan instrumen apa-apa, bernyanyi bersama teman-teman terasa begitu menyenangkan.” - Aprilia Apsari

Track 2: Zamrud Khatulistiwa (versi 2010)
”Sebuah negeri nan elok yang membentang luas terbelah garis khatulistiwa, itulah negeri dimana kami berada. Letak geografis yang rawan akan bencana alam, membuat kita seharusnya selalu waspada terhadap bencana yang suatu saat akan terjadi. Lagu ini secara khusus kami ciptakan untuk menyambut undangan dari Franki Indrasmoro alias Pepeng dari band Naif, untuk ikut dalam sebuah album kompilasi kampanye “Siaga Bencana Nasional” yang diproduksi oleh Electrified records milik band Naif dan LIPI(Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di Agustus 2008. Lagu ini kemudian kami sempurnakan lagi di awal 2010 dengan memasukkan alat musik timpani dan melakukan proses mixing ulang. Dalam rekaman ini saya menggunakan synthesizer dari micro korg diawal lagu, yang masuk berbarengan dengan suara alat musik timpani, dan saya menggunakan piano untuk membuat melodi yang berkesan simple di bagian tengah lagu.” -Aprimela Prawidyanti

Track 3: Senja Menggila (versi album)
”Inspirasi musik kulit hitam pada era Motown sangat berpengaruh, terdengar pada bass , gitar funk yang centil dan dentuman drum tak kuasa menahan kita menghentakkan kaki mengikuti setiap beat nya. Lirik lagu gayung bersambut dengan musik nya, lagu Senja Menggila ini menyerap senja di Jakarta yang semakin “berat terasaaa!!”.
Tak ada ruang tersisa untuk bermain saat senja di Jakarta, sekarang beralih dengan kendaraan berasap sehingga tak ada lagi libur di kepala kita semua. Saatnya menghentakkan kaki bersama-sama.” - Saleh Husein

Track 4: Selangkah Keseberang
“Selangkah keseberang arah cipta ku kini.. “. Benar sekali! Optimis . Itu yang terlintas dipikiran saya ketika membaca lirik lagu ini. Spirit lagu ini merupakan penerjemahan dari spirit seorang Faiz RM yang penuh dengan pendobrakan dalam dunia musik. Lirik lagu ini tidak akan habis dimakan jaman, karena anak muda memang seharusnya terus melangkah.” -Yusmario Farabi

Track 5: Rented Room
Kadang kita membutuhkan ruang yang lebih besar untuk bernafas lebih lega dan berfikir lebih jernih. Lagu ini tentang semua itu. Saya tulis secara spontan di kamar sewaan yang sempit pada pertengahan tahun 2006 dan kemudian kami menyempurnakannya di tahun 2009-2010.” - Aprilia Apsari

Track 6: Kampus Kemarau
”Cinta dan sakit hati terhadap kampus tercinta … mungkin sangat mewakili hati saya di lagu Kampus Kemarau ini, suasana kampus yang tenang ,ramah, bersahabat dan menyenangkan serta sejuta mimpi kami untuk menjadi seseorang,†tiba-tiba dirusak oleh sebuah birokrasi kampus yang sangat menyesakkan saya dan juga teman-teman di kampus. Semua terurai jelas dalam lagu ini.
Balutan string dan woodwind yang ciamik dan penulisan komposisi gaya avant garde pada bagian interlude di menit 02.36 sangat mewakili suasana Kemarau di kampus.” - Ricky Surya Virgana

Track 7: Sans Titre
”Paris 1978. Dingin. Apartemen dengan perabot minim. Telfon jarak jauh, dan misunderstanding.
Terima kasih untuk Mondo, David, Dono dan Asra yang telah membantu saya menerjemahkan lagu ini.” - Yusmario Farabi

Track 8: Hacienda
Alangkah indahnya mempunyai rumah di tepian Pasific Cost Highway , hal ini terjadi sewaktu lawatan tour White Shoes & The Couples Company yang kedua ke Amerika Serikat. Saat itu rombongan kami mengendarai sebuah minivan dari kota Los Angeles menuju San Francisco dan melewati sebuah jalan di tepian pantai Pasific ,saya teringat perkataan seorang maestro cellist; Gregor Piatigorsky’, yang semasa hidupnya selalu berlari dari sebuah konflik (revolusi Uni Soviet, nazi holocaust) :
”Well i am the citizen of the world and i just want to see a peaceful in this world and stay in my house in Pasific Cost until the end of my life”
Dari situ saya hanya mengkhayal sepanjang jalan yang dilalui minivan kami, melewati Pasific Cost Highway. Wah gila, enak banget ya, hidup tenang damai dan santai di tepian pantai Pasifik sambil ditemani iringan lagu ”Move On Up” karya Curtis Mayfield. – Ricky Surya Virgana

Track 9: Masa Remadja
”Ketika mendengar lagu ini dari Sari pertama kali, berkesan seperti lagu yang dikarang orang lain, tapi tidak juga, karena terasa akrab di telinga.
Adanya aransemen irama disko drum, ditambah dengan alat musik Marimba memberikan nuansa ceria yang mengingatkan akan masa-masa SMA yang enerjik dan menyenangkan. Ditambah pula alunan melodi nakal dari “string”, ….. senakal imajinasi masa remaja.” - John Navid

Track 10: Ye Good Ol’ Days
”Berirama shuffle atau terseret-seret. Ketika bermain ayunan. Kita melayang maju ke depan dan mundur ke belakang. Ada saat dimana saat titik ayunan tertentu kita mendapatkan keasyikan, dan membuat kita ingin mendapatkan kembali sensasi tersebut. Seperti lagu ini, ketika seseorang yang terseret untuk mencari kembali keasyikan yang pernah dialaminya dulu.” - John Navid

Track 11: Vakansi
”Suatu hari Ricky memainkan lagu ini dengan sebuah gitar, lagu yang sangat menyenangkan tetapi belum memiliki lirik, tentang lirik Ricky selalu menyerahkan kepada saya sepenuhnya. Menurut saya mendengarkan irama dan melodinya seperti menikmati liburan disuatu tempat yang tropis dan menyenangkan. Vakansi! Maka saya tulis liriknya mengenai itu.
Hidup itu adalah tentang keseimbangan, kita bekerja keras untuk makmur dan bahagia, kadang sering luput dan lupa waktu, padahal kebahagiaan dirancang untuk dibagi bukan dinikmati sendirian.” - Aprilia Apsari

Track 12: Kisah Dari Selatan Jakarta
” “…ijinkan hamba menutur sebuah cerita..” Betapa ciamiknya lagu ini, karya dari teman sepermainan kami setiap hari bernama Narpati Awangga atau Om leo atau Monster Kepiting. Masih ingat ketika pertama kali mendapatkan lagu ini akord nya sangat ribet sekali.Terinspirasi dari suasana jazz diera tahun 1950an dan pianis handal bernama Nicolaas Maxmilliaan Mamahit atau dikenal dengan nama Nick Mamahit membuat rekaman album Sarinande yang sangat indah. Oya, dalam rekaman ini saya menggunakan piano elektrik Elepian.” - Aprimela Prawidyanti

Track 13: Matahari
” Ketika band new wave XTC berdialog dengan spionase wanita kelahiran 1876 bernama Mata Hari membicarakan semua hal tentang Indonesia, mungkin itu yang ada di kepala anda…
Berfantasi tentang kehidupan bagian timur Indonesia lama seperti Eka Jaya do the Mambo dan duduk manis di depan pantai menjadi inspirasi dalam lirik lagu yang penuh teriakkan keras sekelompok anak muda, bebas terbang berlibur menembus batas..” – Saleh Husein


Berbeda dari album sebelumnya, album ini memiliki jenis lagu yang berbeda - beda. Sama seperti bila kita bepergian ke setiap kota, tidak ada yang sama. Karena itulah album ini dinamakan Vakansi (vacation)

Sebuah album yang cocok dijadikan "teman" berliburan/berjalan - jalan :)

1 comment: